Yuk Semangat Berobat, Obat TB Gratis!

Sarimin, 60 tahun, warga Desa Karangduwet Kecamatan Paliyan Gunung Kidul itu kini bisa tertawa lepas. Tiga tahun lalu, jangankan tertawa, tersenyum pun terasa berat, sejak ia di vonis dokter menderita Tb. Bagaimana tidak, demi menjaga keluarganya agar tidak tertular Tb, ia harus rela tidur di belakang rumah. Tepat di samping kandang kambing. “Sungguh menyakitkan. Tersiksa harus tidur dengan kambing selama setahun,” ungkapnya. Sarimin positif terkena Tb pada 2011, setelah ia tertular mertuanya yang sering ia antar berobat.

Membayangkan harus diisolir saja rasanya sedih dan pasti tidak nyaman. Apalagi jika benar-benar terkena Tb. Agar tak mengalami nasib seperti Satimin, ada baiknya kita mengetahui bagaimana penyebaran dan gejala awalnya.

Penyebaran dan gejala Tb

Walaupun Tb merupakan penyakit menular yang dalam banyak kasus menyebabkan kematian, penyakit ini bukanlah penyakit turunan. Tb juga bukan penyakit yang disebabkan karena guna-guna seperti pendapat yang banyak beredar di masyarakat. Tb atau Tuberkulosis adalah penyakit yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium Tuberculosis.

Penyebaran Tb sangat mudah, yakni melalui udara. Saat penderita Tb aktif batuk, bersin ataupun membuang dahak disembarang tempat, saat itulah kuman Mycobacterium Tuberculosis penyebab Tb menyebar. Hingga kini, Tb merupakan penyakit menular penyebab kematian utama di Indonesia. Jadi, tak bisa dianggap enteng dan harus diwaspadai, bukan?

Continue reading

Advertisements

Temukan Pasien TB & Berantas Penyakit TB di Lingkungan Kita

Tahun lalu menjadi tahun terberat om Rahmat (bukan nama sebenarnya) dan keluarganya. Dalam tempo satu tahun, adik ibu yang paling bungsu itu 2 kali dirawat cukup lama di rumah sakit karena muntah darah. Beberapa tahun ini kondisi kesehatan om Rahmat sangat labil. Penyakit TB yang dideritanya sudah sangat serius.

Tiga belas tahun lalu om Rahmat terindikasi terkena penyakit TB. Sayangnya, baru sekitar 4 tahun ini om Rahmat berobat secara rutin ke Puskesmas.

Penderita TB acapkali abai untuk berobat secara rutin dan tuntas. Tak sedikit dari penderita TB yang putus obat. Mereka berhenti berobat ketika kondisi tubuhnya dirasakan sudah cukup sehat. Padahal kunci sukses kesembuhan penyakit ini adalah kedisiplinan pasien mengkonsumsi obat yang diberikan dokter.

Penderita TB yang putus obat juga bisa berakibat fatal. Kuman Tuberculosis menjadi resisten dan sulit untuk diberantas dengan obat-obatan biasa. Inilah alasan mengapa penderita TB harus menjalani proses pengobatan hingga tuntas dalam jangka waktu yang telah ditetapkan. Hal ini untuk memastikan tubuh penderita bebas dari kuman Tuberkulosis.

Continue reading

Caleg Perempuan Pilar Perubahan Bangsa

Pemilu 2014 tinggal menghitung hari. Sebagai bagian dari masyarakat yang peduli akan nasib bangsanya, tentunya kaum perempuan juga tidak akan melewatkan pesta demokrasi kali ini. Keikutasertaan serta partisipasi aktif perempuan untuk menyukseskan Pemilu 2014 ini diwujudkan dengan cara memberikan suara di TPS terdekat. Dan, memilih untuk golput bukanlah pilihan yang bijak, sebab golput merupakan bentuk pemborosan terhadap Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Uang APBN untuk membiayai Pemilu jadi terbuang sia-sia jika tingkat partisipasi masyarakat rendah. Tak hanya itu, golput juga akan mengurangi potensi keterpilihan caleg perempuan yang akan duduk sebagai anggota legislatif.

Continue reading

I Love Islam dalam Memuliakan Wanita

Sebagai seorang wanita yang beragamakan Islam, saya bangga dengan status wanita yang saya sandang. Bagaimana tidak, dalam kelemahan fisiknya, Islam telah memuliakan wanita.

SAMSUNG CSCTidak seperti fitnah para feminis dan orang-orang yang membenci Islam yang mengatakan para wanita dalam Islam termarginalkan dan terkungkung. Terbukti, beberapa hadist dan ayat-ayat Allah menyeru kepada umatnya untuk memuliakan wanita.

Ibumu..ibumu..ibumu..lalu ayahmu

Continue reading

Kopdar Akbar para Emak

Museum Gajah Yang biasanya sunyi berubah menjadi riuh. 300 emak tumplek bleg menghadiri acara penganugerahan Srikandi Blogger 2014 hari Minggu tanggal 09 Maret lalu.

Tak mau ketinggalan dengan semangat para emak lain yang datang dari luar daerah, saya pun turut memeriahkan serunya acara, meski harus datang sendirian. Saya berangkat malam minggu. Sesaat sebelum tengah malam.

Malam itu hanya segelintir orang yang menunggu kedatangan kereta. Stasiun Kutoarjo tergolong stasiun Kecil, tak seramai stasiun Tugu Jogja. Tepat Pukul 23.05, Kereta Gajayana yang mengantarkan saya menuju Jakarta tiba. Di stasiun kecil seperti Kutoarjo, kereta berhenti hanya sebentas. Saya pun harus segera bergegas naik kedalam kereta.

Orang bilang perjalanan saya ke Jakarta seperti orang bermimpi. Terlalu sebentar. Pagi datang, malam harinya sudah pulang. Yah, mau gimana lagi, pekerjaan melambai-lambai tak mungkin saya acuhkan.

Continue reading

#edisi Surat Cinta untuk Kakang Mas Prabu

Sayup-sayup terdengar lagu tak sebebas merpati milik Kahitna saat aku hendak menutup jendela rumah. Sore ini derasnya hujan membuatku harus menutup jendela lebih awal dari biasanya. Dingin di luar mulai menguar dan masuk ke dalam ruangan.

Entah mengapa lagu itu mengingatkan perjalanan pernikahanku bersama kakang mas prabu. Satu bulan lalu pernikahan kami telah memasuki usia 9 tahun. Walaupun belum memasuki satu dasawarsa, nyatanya banyak ujian yang telah kami lalui. Ujian yang terkadang menggoyahkan biduk seperti badai menghantam sebuah kapal. Namun begitu, terkadang ujian mampu merekatkan kami seperti dua kutub magnet yang berbeda arah.

Suamiku….sembilan tahun silam Allah menjodohkan kita dalam ikatan pernikahan dengan segala perbedaan yang melingkupi bak langit dengan bumi. Meski aku sempat ragu diawal proses ta’aruf, nyatanya keraguan itu sirna tatkala ijab qobul telah diikrarkan. Ikrar yang nantinya akan kita pertanggungjawabkan dihadapan Allah.

Delapan tahun berlalu, tapi rasanya baru kemarin ikrar itu kita ucapkan. Engkau benar suamiku, Allah pasti memberi jodoh yang tepat untuk masing-masing orang meski perbedaan diantara pasangannya bak jurang yang akan memisahkan keduanya. Ya, perbedaan itu memang seharuskan bukan untuk memberi jarak tetapi untuk dirangkai menjadi gambar yang utuh laksana puzzel yang berserakan.

Suamiku….saat aku buka lembar demi lembar kisah perjalanan pernikahan kita, jujur harus kukatakan betapa aku berterimakasih atas semua pengertianmu padaku yang memberiku ruang untuk mendewasakan diri. Terimakasih pula atas semua kesabaran tiada batas yang kau berikan padaku hingga mampu menggerus keegoisanku.

Suamiku…. Hari ini usiamu bertambah satu. Tak ada acara potong kue dan tepuk tangan untuk merayakannya. Pagi ini, tepat 1 hari setelah bertambahnya usiamu, aku bangunkan engkau untuk bermunajat pada Allah disepertiga malam terakhir-Nya. Meminta kebarokahan usiamu. Dan, biarkan aku menemanimu berdoa, hingga sayap doamu bisa mengepak sempurna menuju sang pemilik hidup.

Selamat ulang tahun kakang mas prabu… Mudah-mudahan keberkahan selalu melingkupi usiamu.