Temukan Pasien TB & Berantas Penyakit TB di Lingkungan Kita

Tahun lalu menjadi tahun terberat om Rahmat (bukan nama sebenarnya) dan keluarganya. Dalam tempo satu tahun, adik ibu yang paling bungsu itu 2 kali dirawat cukup lama di rumah sakit karena muntah darah. Beberapa tahun ini kondisi kesehatan om Rahmat sangat labil. Penyakit TB yang dideritanya sudah sangat serius.

Tiga belas tahun lalu om Rahmat terindikasi terkena penyakit TB. Sayangnya, baru sekitar 4 tahun ini om Rahmat berobat secara rutin ke Puskesmas.

Penderita TB acapkali abai untuk berobat secara rutin dan tuntas. Tak sedikit dari penderita TB yang putus obat. Mereka berhenti berobat ketika kondisi tubuhnya dirasakan sudah cukup sehat. Padahal kunci sukses kesembuhan penyakit ini adalah kedisiplinan pasien mengkonsumsi obat yang diberikan dokter.

Penderita TB yang putus obat juga bisa berakibat fatal. Kuman Tuberculosis menjadi resisten dan sulit untuk diberantas dengan obat-obatan biasa. Inilah alasan mengapa penderita TB harus menjalani proses pengobatan hingga tuntas dalam jangka waktu yang telah ditetapkan. Hal ini untuk memastikan tubuh penderita bebas dari kuman Tuberkulosis.

Temukan pasien TB di sekitar kita

Apa itu penyakit Tuberkulosis (TB)?

Bakteri Mycobacterium tuberculosis. Gambar diambil dari sini

Bakteri Mycobacterium tuberculosis. Gambar diambil dari sini

Penyakit Tuberkulosis (TB) adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. Bakteri yang ditemukan oleh Robert Koch pada tahun 1882 ini berbentuk batang dan bersifat tahan asam sehingga dikenal juga dengan sebutan Batang Tahan Asam (BTA). Kuman ini dapat menyerang semua bagian tubuh manusia, lebih sering (90%) mengenai organ paru.

Bagaimana cara penyebaran penyakit TB?

Bakteri Mycobacterium tuberculosis penyebab penyakit TB ditularkan melalui udara ketika seseorang dengan infeksi TB aktif batuk, bersin, atau saat ia mengeluarkan dahak dan membuangnya disembarang tempat.

Bakteri Mycobacterium tuberculosis yang masuk kedalam tubuh dihancurkan sistem kekebalan tubuh, hingga tidak menyebabkan tubuh terinfeksi. Namun adakalanya, Mycobacterium tuberculosis tidak dihancurkan dan memasuki fase dormant (fase tidak aktif) selama beberapa tahun di dalam tubuh. Saat kekebalan tubuh lemah, akibat usia lanjut, penyakit parah, peristiwa yang menimbulkan stres, mengkonsumsi alkohol atau narkotik, infeksi HIV serta penyakit-penyakit lain, bakteri dormant tersebut dapat kembali aktif. Bakteri yang kembali aktif akan berkembang biak dan menyebar sangat cepat.

Infeksi TB biasanya berawal dari paru-paru (pulmonary tuberculosis), selanjutnya dapat disebarkan melalui darah kebagian tubuh yang lain (extrapulmonary tuber-culosis), seperti: otak, persendian, ginjal, saluran pencernaan, tulang, kandung kemih, kelenjar getah bening, dan berbagai anggota tubuh lainnya.

Ilustrasi didapat di Sini

Ilustrasi gambar dari sini

Apa tanda dan gejala seseorang terkena penyakit TB?

Gejala penyakit TB dibagi menjadi dua, yakni gejala umum (sistemik) dan gejala khusus yang timbul sesuai dengan organ yang terlibat. Pada kasus baru, gejala klinis tidak terlalu khas, hingga cukup sulit didiagnosis secara klinik.

Pertama, gejala sistemik/umum. Demam tidak terlalu tinggi yang berlangsung lama, biasanya dirasakan pada malam hari disertai keringat. Terkadang serangan demam seperti influenza dan bersifat hilang timbul. Nafsu makan dan berat badan menurun drastis. Batuk-batuk selama lebih dari 3 minggu (dapat disertai dengan darah). Perasaan tidak enak dan mudah lelah.

Kedua, gejala khusus. Gejala ini sangat tergantung pada organ tubuh mana yang terkena. Bila terjadi sumbatan sebagian bronkus (saluran yang menuju ke paru-paru) akibat penekanan kelenjar getah bening yang membesar, akan menimbulkan suara “mengi”, suara nafas melemah yang disertai sesak. Jika ada cairan di rongga pleura (pembungkus paru-paru), penderita akan merasakan keluhan sakit dada. Jika mengenai tulang, akan terjadi gejala seperti infeksi tulang yang pada suatu saat dapat membentuk saluran dan bermuara pada kulit di atasnya, dan pada muara ini akan keluar cairan nanah. Sementara pada anak-anak dapat mengenai otak (lapisan pembungkus otak) dan disebut sebagai meningitis (radang selaput otak) dengan gejala demam tinggi, adanya penurunan kesadaran, dan kejang-kejang.

Sembuhkan pasien TB!

Apa yang harus dilakukan jika mengetahui ada penderita TB di lingkungan sekitar kita.

  • Ajak penderita TB untuk berobat ke dokter agar mendapatkan pengobatan secara teratur.
  • Awasi dengan ketat obat yang harus diminum pasien TB.
  • Berikan motivasi pada pasien TB agar terus berobat sesuai dengan ketentuan dokter meskipun kondisi tubuhnya dirasakan sudah cukup sehat.
  • Ajak pasien TB untuk menerapkan pola hidup sehat dan selalu menggunakan masker untuk menghindari percikan batuk penderita terpapar pada orang lain.

Lalu, apa yang harus dilakukan sebagai upaya pencegahan meluasnya penyakit TB.

Penyakit TB masih menjadi masalah serius di Indonesia. TB adalah penyakit yang paling mematikan setelah stroke dan jantung. Tiap tahun, 65 ribu orang meninggal karena TBIndonesia menempati urutan keempat tertinggi penderita TB setelah Cina, India dan Afrika Selatan.

TBC

Gambar diambil dari sini

Harus ada upaya bersama baik pemerintah, masyarakat serta tenaga medis untuk mengurangi peningkatan jumlah pasien TB. Tindakan preventif tentunya menjadi cara yang lebih baik daripada harus mengeluarkan biaya untuk pengobatan. Beberapa upaya berikut bisa dilakukan untuk mencegah meluasnya penyakit TB, diantaranya;

  • Menjaga kebersihan lingkungan. Upaya memperkecil risiko terjangkit TB bisa dilakukan dengan senantiasa menjaga kebersihan, baik di dalam rumah maupun di lingkungan lain.
  • Lakukan pola hidup sehat. Pola hidup sehat memungkinkan kita memiliki daya tahan tubuh yang cukup kuat untuk memberikan perlindungan saat terpapar kuman TB. Jauhi stres dan jaga kesehatan dengan membiasakan berolah raga secara teratur agar tubuh senantiasa bugar. Hindari mengkonsumsi junk food dan biasakan mengkonsumsi sayuran dan buah segar.
  • Lakukan tes berikut secara berkala jika salah satu anggota keluarga ada yang mengidap penyakit TB. Pertama, tes kulit Tuberkulin (Tes Mantoux) yang menunjukkan apakah seseorang terinfeksi. Kedua, Rontgen X-ray dada untuk menunjukkan apakah ada kesan-kesan TB pada paru-paru. Ketiga, tes dahak untuk mendeteksi apakah ada kuman TB dalam dahak yang dibatukkan.
Tes Kulit Tuberkulin (Tes Mantoux) menunjukkan apakah seseorang mungkin terinfeksi.Artikel kesehatan di : http://www.tanyadok.com/kesehatan/tuberkulosis-paru-penyebab-kematian-ke-2-di-indones

Tulisan ini diikutsertakan dalam Blog Competition ‘Temukan dan Sembuhkan Penderita TB‘ Seri 1 dengan tema Temukan Pasien TB

banner lomba

Referensi;

Advertisements

5 thoughts on “Temukan Pasien TB & Berantas Penyakit TB di Lingkungan Kita

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s