Caleg Perempuan Pilar Perubahan Bangsa

Pemilu 2014 tinggal menghitung hari. Sebagai bagian dari masyarakat yang peduli akan nasib bangsanya, tentunya kaum perempuan juga tidak akan melewatkan pesta demokrasi kali ini. Keikutasertaan serta partisipasi aktif perempuan untuk menyukseskan Pemilu 2014 ini diwujudkan dengan cara memberikan suara di TPS terdekat. Dan, memilih untuk golput bukanlah pilihan yang bijak, sebab golput merupakan bentuk pemborosan terhadap Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Uang APBN untuk membiayai Pemilu jadi terbuang sia-sia jika tingkat partisipasi masyarakat rendah. Tak hanya itu, golput juga akan mengurangi potensi keterpilihan caleg perempuan yang akan duduk sebagai anggota legislatif.

Persoalan mencoblos kartu suara bukan masalah sepele. Jangan hanya karena tak mengenal calon anggota legislatif (caleg) ataupun karena alasan mendapatkan amplop dari salah satu caleg lantas kita asal coblos. Sebagai pemilih, kita harus cerdas dalam memilih caleg. Kita harus jeli dalam menilai masing-masing caleg. Caleg yang dipilih haruslah mereka yang memiliki visi dan misi untuk menjadikan Indonesia lebih baik dan bermartabat, serta calon legislatif yang tidak hanya memikirkan kepentingan pribadi dan golongannya semata, akan tetapi caleg yang betul-betul konsisten dalam memperjuangkan kepentingan rakyat. Caleg juga harus memiliki komitmen memperjuangkan aspirasi dan masalah-masalah yang berkaitan dengan perempuan dan anak.

Ilustrasi dibuat oleh penulis

Dari total 33 provinsi, 497 kabupaten atau kota, 6,980 kecamatan serta 81,034 desa dan kelurahan, KPU telah mengumpulkan Daftar Pemilih Tetap (DPT) sebanyak 186.612.255 dengan pemilih berjenis laki-laki sebanyak 93.439.610, serta pemilih perempuan berjumlah 93.172.645.

Data di atas memperlihatkan dengan jelas bahwasannya, jumlah pemilih laki-laki dan perempuan memiliki porsi hampir berimbang. Namun, pada kenyataannya hasil Pemilu 2009 yang melibatkan 171.265.442 pemilih menunjukkan kurangnya keterwakilan perempuan yang duduk sebagai anggota legislatif, baik pusat, provinsi maupun daerah. Dari data dibawah terlihat jika keterwakilan perempuan hanya 20% di MPR, 18% di DPR, 27% di DPD, 16% di DPRD Provinsi dan 12% di DPRD Kabupaten/Kota.

20140313Grafis-1

Gambar diambil dari sini

Peluang Caleg Perempuan pada Pemilu 2014

Sesuai Peraturan KPU No.7/2013, syarat kuota calon legislatif (caleg) perempuan untuk masing-masing parpol minimal 30% untuk daerah pemilihan DPR, DPRD provinsi, dan DPRD kabupaten/kota. Menurut Koordinator Forum Masyarakat Peduli Parlemen (Formappi), Sebastian Salang, total caleg perempuan pada Pemilu 2014 mencapai  2.434 orang (37, 01%).

Pengalaman Pemilu 2009 lalu menunjukkan jika caleg perempuan cukup diperhitungkan dan mampu bersaing untuk dipilih oleh pemilih Indonesia, yakni sebanyak 16 juta suara (setara 22,45%). Peningkatan caleg perempuan pada Pemilu 2014 diharapkan mampu menguatkan potensi keterpilihan caleg perempuan yang akan duduk sebagai anggota legislatif untuk memperjuangkan aspirasi dan kepentingan perempuan.

20140308caleg-Perempuan

Gambar diambil dari sini

Perempuan Harus Memilih Caleg Perempuan

Ditinjau dari jumlah pemilih perempuan pada Pemilu 2014, sejatinya caleg perempuan memiliki peluang yang sama dengan caleg laki-laki untuk menduduki kursi legislatif. Sayangnya, selama ini kekuatan politik perempuan belum terkonsolidasi dengan baik. Suara pemilih perempuan masih terpecah. Beberapa Hal di bawah ini menjadi alasan mengapa pemilih perempuan harus memilih caleg perempuan.

Menyuarakan Aspirasi Perempuan

Banyaknya anggota legislatif perempuan yang duduk di parlemen akan mempermudah dalam memperjuangkan isu-isu kesejahteraan sosial, perempuan dan anak, seperti kemiskinan, pendidikan yang memadai, kekerasan dalam rumah tangga, penyelesaian masalah buruh migran perempuan serta berbagai permasalahan tenaga kerja wanita (TKW) yang tersebar di luar negeri seperti apa yang dilakukan Rieke Diah Pitaloka.

Anggota komisi IX yang membidangi masalah tenaga kerja dan transmigrasi ini ‘menggugat’ rasa nasionalisme para pejabat di pemerintahan jika membiarkan nasib Satinah, TKW asal Semarang yang terancam hukuman pancung di Arab Saudi. Rieke juga mengecam sikap pemerintah yang pasrah dalam menghadapi nasib tragis warganya di negeri orang. Rieke mendesak pemerintah untuk melakukan upaya hukum, apabila pemerintah tidak mau membayar tebusan senilai Rp21 Milyar seperti yang diminta oleh penggugat.

Upaya memerjuangkan anggaran yang memadai bagi kepentingan perempuan dan anak pun menjadi lebih mudah jika caleg perempuan berhasil duduk di parlemen. Suara mereka di dengar. Perjuangan mereka tak diabaikan.

Mampu Meredakan Konflik

Banyaknya caleg perempuan yang duduk menjadi anggota legislatif tentunya sedikit banyak akan membawa perubahan ‘wajah’ politik Indonesia menjadi lebih lembut. Perempuan dengan tingkat emosi yang lebih terkontrol, kelemah lembutan serta kesabaran yang dimilikinya mampu meredam konflik serta menyelesaikannya dengan jalan damai.

Penggerak Perubahan Bangsa

Perempuan dalam berbagai dimensi berbangsa dan bernegara bisa menjadi motor penggerak dan motor perubahan bangsa. Peran perempuan sejak awal perjuangan bangsa ini tak bisa dipungkiri.

Perempuan juga menjadi aktor penting dalam setiap perubahan sosial di masyarakat serta memiliki peranan yang sangat penting dan strategis dalam setiap perubahan seperti apa yang telah dilakukan oleh Fahira Idris, caleg perempuan dari daerah pemilihan DKI Jakarta. Fahira gencar mengampanyekan Gerakan Nasional Anti Miras (GeNAM) dengan ‘menyebarkan virus melawan miras’ ke simpul-simpul masyarakat, terutama remaja yang berusia di bawah 21 tahun. GeNAM yang di gagas Fahira memiliki visi membebaskan generasi muda Indonesia dari pengaruh buruk miras di tahun 2025.

Keberadaan perempuan sebagai anggota legislatif tentunya akan memperkuat ketahanan Nasional, membangun karakter dan pekerti bangsa, mampu mengangkat harkat dan martabat perempuan serta mampu membawa kesejahteraan seperti yang dicita-citakan bersama. Yuk, saatnya dukung caleg perempuan menjadi anggota legislatif.

Tulisan ini diikutsertakan dalam, LOMBA BLOG TENTANG CALEG PEREMPUAN UNTUK BLOGGER INDONESIA “KENAPA PILIH CALEG PEREMPUAN”

Caleg Perempuan

Referensi:

http://www.antara.net.id/index.php/2014/01/02/pemilih-pemula-pemilu-2014-potensi-besar

http://m.sindonews.com/read/2013/11/04/12/801823/ini-jumlah-pemilih-untuk-dpt-pemilu-2014

http://www.suarapembaruan.com/home/pemilu-2014-caleg-perempuan-2434-orang/34654

http://news.bisnis.com/read/20130401/15/5934/caleg-perempuan-kpu-tak-akan-ubah-syarat-kuota-30

 

Advertisements

3 thoughts on “Caleg Perempuan Pilar Perubahan Bangsa

  1. Saya juga milih caleg wanita karena terinspirasi oleh Bu Risma Walikota Surabaya yang terbukti memimpin dengan baik kota surabaya. Berharap caleg wanita bisa seperti beliau bahkan lebih baik lagi yang tidak haus dengan menumpuk kekayaan belaka benar2 mengapdi untuk rakyat 🙂
    Semangat para wanita Hebat.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s