Proyek Monumental Tahun 2014: Bebas Utang

Tak ada yang pernah bisa menebak bagai mana nasib seseorang di masa datang. Begitu pula dengan perjalanan kehidupan saya. Saya tidak pernah menyangka usaha yang telah saya geluti 17 tahun silam akan terjun bebas ke titik nadir tepat pada tahun keduabelas.

Badai yang datang tak hanya memporak porandakan ekonomi keluarga, juga pernikahan saya. Saat itu pernikahan saya berada diujung tanduk. Kata cerai menjadi kata yang lazim kami ucapkan kala tak menemukan titik temu perbedaan. Beruntung kami tak pernah mempunyai keberanian untuk mewujudkannya. Dan cerita itu kami tutup sebagai lembaran kelam masa lalu. Tak berusaha untuk menghapusnya, akan tetapi akan kami bingkai indah sebagai pengingat. Ya, pengingat bahwa hanya orang-oarang bodoh yang akan melakukan hal itu.

Tak terasa krisis ini sudah berada di penghujung tahun kelima dan akan memasuki tahun keenam. Satu bulan lagi tahun berganti. Tahun baru berarti tahun yang penuh dengan harapan dan rencana-rencanya masa depan yang ingin di raih. Dan dari beberapa resolusi yang kami ingin capai salah satunya yakni melunasi utang-utang kami yang masih berada dikisaran beberapa ratus juta akibat kegoncangan usaha kami.

Untuk mewujudkan impian dan harapan kami ditahun depan tersebut, tentunya ada beberapa tahap yang akan kami lalui. Ya, impian tanpa perencanaan untuk meraihnya berarti angan-angan. Dan beberapa ikhtiar kami diantaranya, pertama, bertaubat dan semakin mendekatkan diri pada Allah. Hal ini menjadi pilihan pertama dan utama sebab, sejauh yang saya ketahui, penyebab musibah datang pada seseorang salah satunya adalah disebabkan karena dosa yang telah ia perbuat.

Kedua, memperbanyak sedekah. Ya, sedekah katanya mampu membuka pintu rejeki. Dan itu menjadi agenda saya tahun depan. Entah rejeki seperti apa yang Allah berikan, sedari awal saya meyakinkan pada diri sendiri bahwa itu yang terbaik untuk saya.

Ketiga, tak berhenti berusaha. Selalu memupuk harapan dari setiap ikhtiar yang saya lakukan. Berusaha..berusaha..dan tetap berusaha. Sementara hasilnya saya pasrahkan sepenuhnya pada Allah. Satu keyakinan saya, Allah takkan membiarkan hamba-Nya terus dalam kepedihan. Badai pasti berlalu. *Efek mendengar lagunya Crisye dari headset*

Taubat dan meningkatkan amal shalih, memperbanyak sedekah dan senantiasa berusaha dan yakin Allah pasti memberi jalan, Insya Allah, impian saya bisa terwujud. Aaamiiin

Artikel ini diikutsertakan dalam Kontes Unggulan: Proyek Monumental Tahun 2014

Kontes-Unggulan-Proyek-Monumental-20145-300x248

Advertisements

3 thoughts on “Proyek Monumental Tahun 2014: Bebas Utang

  1. tetap semangat dan berusaha Mbak. Hampir semua orang pernah atau masih punya utang, jadi Mbak ga sendiri. Semoga tahun baru membuka banyak lembar hikmah dan keberkahan utk merajut keluarga yg lebih solid dan kemampuan melunasi utang. 🙂

  2. Met malam mba Ika,
    Ini tahap pembebasan diri dari utang yang rasanya baru kali ini saya baca. Berbagai buku tentang cara pembebasan diri dari utang, mirip2 langkahnya. Tapi langkah2 yang ditawarkan mba ini luar biasa. Kenapa? Karena ia menyertakan langkah pertama yg tidak saya temukan diberbagai literatur itu. Itu adalah taubat.

    Terimakasih atas posting yg mencerahkan ini. Semoga kita lekas terbebas dari belenggu utang. Insya Allah…

    Salam persahabatan,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s