Temukan Aneka Wisata di Kota Solo

Surakarta yang lebih di kenal dengan sebutan Solo ini kini lebih tertata dan lebih nyaman dibanding waktu saya kecil. Dulu, setiap mengunjungi rumah simbah yang terletak di utara pasar Nusukan, saya paling sebel kalau melewati terminal Tirtonadi.

Selain kotor, daerah sekitar terminal sangat semrawut dan sedikit macet. Belum lagi saat melewat depan pasar Nusukan. Bau sampah limbah pasar tercium sampai ke jalan. Seingat saya, dulu hanya jalan Slamet Riyadi yang nyaman untuk di lewati. Kini, semua ruas jalan di kota Solo nyaman untuk dilewati. Selain halus, lalu lintasnya pun lebih tertib dan terkendali. Pedagang Kaki Lima (PKL) ditempatkan dalam lokasi yang sudah ditetapkan hingga tak mengganggu pengguna jalan.

Wisata Kuliner

Sego Liwet bu Wongso Lemu

Buat saya, kota Solo menyimpan kenangan tersendiri bersama almarhum bapak. Saat berkunjung ke rumah simbah, selepas shalat maghrib, bapak sesekali mengajak kami makan di luar. Ada satu tempat makan favorit bapak yang hampir tak pernah terlewatkan untuk kami kunjungi. Dengan menggunakan sepeda motor, kami menembus dinginnya malam kota Solo menuju daerah Keprabon untuk menikmati sego liwet bu Wongso Lemu.

Sego liwet bu Wongso Lemu menyajikan menu nasi liwet yang dipadukan dengan sayur jipang (labu siam) plus areh (santan kental) yang disajikan menggunakan pincuk (daun pisang).  Untuk pilihan lauknya, ada beragam lauk yang bisa dipilih diantaranya, ayam, telur ataupun jeroan.

Di seputaran Keprabon kini banyak ditemukan penjual sego liwet yang sama dengan sego liwet bu Wongso Lemu. Jika Anda bingung untuk memastikan sego liwet yang mana sesungguhnya milik bu Wongso Lemu, ada satu ciri khas dari sego liwet bu Wongso Lemu yang bisa dengan mudah Anda kenali, yakni sekelompok wanita berkebaya duduk sambil melantunkan tembang-tembang jawa diiringin petikan sitar.

Tengkleng Bu Edi

Selain sego liwet, makanan khas Solo yang sangat terkenal lainnya adalah Tengkleng. Walaupun sama-sama menggunakan daging kambing dan mempunyai kuah yang berwarna sama, Tengkleng berbeda dengan gulai kambing. Tengkleng tidak dimasak menggunakan santan. Karena tidak menggunakan santan, maka tingkat kolesterolnya pun lebih rendah daripada gulai kambing. Satu hal yang unik dari kuliner ini, masakan ini dibuat dari tulang-tulang kambing yang masih menyisakan sedikit daging. Penggemar Tengkleng biasanya lebih menikmati menyeruput sumsum di dalam tulangnya.

Salah satu warung Tengkleng yang terkenal di Solo yakni warung Tengkleng bu Edi. Tengkleng bu Edi terletak di salah satu sudut gapura pasar Klewer. Konon kabarnya, warung ini sudah terkenal sejak tahun 1971. Tempatnya sederhana, hanya berupa bangku panjang dengan kursi panjang dengan letak agak menjorok ke dalam. Jika Anda berkeiningan menikmati Tengkleng bu Edi, datanglah ke warung ini tepat pukul 14.00 WIB. Jika terlambat, jangan harap dapat mencicipinya sebab Tengkleng bu Edi akan segera di serbu pembeli dan terkadang ludes dalam waktu 2 jam sejak lapak di gelar. Sama seperti sego liwet, Tengkleng juga disajikan menggunakan pincuk.

Pecel Solo

Pecel tak hanya milik Madiun saja. Kota Solo juga memiliki pecel yang tak kalah nikmatnya. Nah, jika Anda ingin menikmati pecel Solo dengan nuansa tempo dulu, rumah makan Pecel Solo yang paling cocok untuk Anda kunjungi.

Rumah makan ini tak hanya menyajikan pecel khas Solo saja. Rumah makan ini juga menyajikan makanan khas lain seperti Pecel Ndeso, Garang Asem, Bothok dan masih banyak lagi. Penyajian masakan tidak menggunakan piring kaca, melainkan menggunakan piring yang terbuat dari anyaman bambu yang diberi alas daun pisang.

Tak hanya menyajikan masakan tradisional, Anda pun bisa mencicipi aneka minuman tradisional yang beraroma bumbu rempah alami seperti Beras Kencur, Temu Lawak, Kunir Asem Sirih serta Jahe pandan gulo jowo yang diseduh dengan air hangat ataupun es untuk rasa yang lebih segar.

Suasana ala kampung tempo dulu langsung terasa saat memasuki rumah makan ini. Bangunan rumah makan ini menggunakan interior tempo dulu yang penuh dengan barang antik seperti lesung, dingklik, gerobok, meja lurah, almari dan lampu kuno serta toples-toples kuno yang di tata rapi. Rumah makan Pecel Solo beralamat di Jl. Dr. Soepomo no. 55 Mangkubumi Solo. Buka mulai pukul 08.00 WIB hingga pukul 16.00 WIB.

Srabi Notosuman

Berkunjung ke Solo tak lengkap rasanya jika tak mencicipi kudapan legit yang satu ini. Serabi Notosuman merupakan pancake yang adonannya terdiri dari tepung beras, santan, gula, garam, dan daun pandan sebagai pewanginya. Untuk topping-nya Anda bisa memilih coklat, keju, messis, pisang, nangka ataupun polos (tanpa topping). Srabi tidak menggunakan pengawet dan hanya tahan 24 jam.

***

Puas mencicipi semua kuliner khas Solo, saatnya mengulik obyek wisata apa saja yang bisa dinikmati dari perjalanan Anda ke kota Solo. Kota ini memiliki beberapa alternatif wisata yang bisa dikunjungi diantaranya wisata budaya, wisata alam dan wisata pendidikan.

Wisata Budaya

Keraton Kasunanan & Pura Mangkunegaran

Keraton Kasunanan dan Pura Mangkunegaran merupakan salah satu kerajanaan yang ada di Indonesia. Keduanya merupakan kerajaan yang berada di Solo. Jika Keraton Kasunanan di bangun Sunan Paku Buwana. II, sementara Pura Mangkunegaran di bangun oleh Raden Mas Said (Mangkunegaran I) sebagai tempat kediaman Sri Paduka Mangkunegara dan keturunannya.

Keraton Kasunanan di bangun pada tahun 1745 sementara Pura Mangkunegaran di bangun pada tahun 1757 setelah perjanjian Salatiga yang membagi kerajaan Surakarta menjadi dua.

Keduanya merupakan wisata sejarah dan budaya yang bisa menjadi pilihan Anda saat mengunjungi kota Solo. Tiket masuk seharga Rp 18.000 per orang. Jika Anda ingin berkunjung ke kedua tempat tersebut, datanglah pukul 08.30WIB. Keraton Kasunanan dan Pura Mangkunegaran buka mulai pukul 08.30 sampai pukul 14.00 WIB. Untuk hari minggu keduanya buka hanya sampai pukul 13.00 WIB. Sementara pada hari Jum’at keraton tutup.

Tak hanya menikmati keindahan bangunan kedua istana tersebut, di Keraton Kasunanan Anda bisa melihat Art Gallery yang menyimpan berbagai benda-benda bersejarah yang tentunya mempunyai nilai seni dan sejarah yang tinggi. Beberapa koleksi diantaranya, kereta Kencana, aneka senjata, wayang kulit dan benda-benda peninggalan Kasunanan lainnya.

Sama seperti Keraton Kasunanan, di Pura Mangkunegaran Anda juga bisa melihat-lihat koleksi peninggalan sejarah seperti tiga set gamelan yang berada di pendopo. Konon kabarnya salah satu gamelan di buat pada tahun 1850 dan masih dimainkan setiap hari Sabtu pagi. Selain itu, di dalam pendopo juga terdapat berbagai hiasan yang hampir kesemuanya terbuat dari emas yang kebanyakan berasal dari Eropa.

Kampung Batik Laweyan

Mengunjungi Solo rasanya tidak afdol jika tidak mampir ke kampung batik Laweyan. Sedikit informasi, nama Laweyan konon kabarnya berasal dari kata “lawe” yang berarti kain tenun.

Jika Anda ingin membeli batik tulis yang memiliki kualitas lebih, disinilah tempatnya. Mengunjungi kampung ini Anda tak hanya bisa berbelanja batik sepuasnya. Di Laweyan Anda juga bisa melihat bagaimana proses pembuatan batik cap maupun batik tulis yang dilukis menggunakan canthing. Jika Anda ingin melihat proses pembuatan batik di Laweyan, datanglah selain hari minggu, sebab rata-rata pabrik batik libur di hari minggu.

Menyusuri gang-gang di Laweyan Anda akan menemukan bangunan kuno yang sarat sejarah dan mitos. Hal ini tak mengherankan, sebab kampung Laweyan sudah ada sebelum Keraton Solo berdiri, kira-kira di abad ke XV.

Di Laweyan Anda juga bisa melihat lorong bawah tanah yang menghubungkan satu rumah dengan rumah lain para juragan batik masa lalu. Sayangnya, lorong itu kini banyak yang di tutup, sebab banyak yang digunakan untuk melakukan tindakan kriminal. Lorong-lorong itu digunakan oleh pencuri ataupun perampok untuk bersembunyi.

Jika Anda berkesempatan mengunjungi Laweyan, jangan lupa untuk membeli Ledre. Camilan tradisional ini terbuat dari adonan beras ketan yang dipanggang dalam sebuah kuali kecil, lalu dilapisi dengan pisang yang telah dilumatkan di bagian atasnya. Rasa Ledre gurih manis dengan aroma pisang yang kuat. Cocok sebagai teman perjalanan Anda selama menyusuri kampung Laweyan.

Wisata Alam

Tawangmangu

Tak hanya kaya akan wisata kuliner dan wisata budayanya, Solo juga memiliki wisata alam yang sudah terkenal sejak kolonial Belanda. Tak salah lagi, tempat tersebut bernama Tawangmangu.

Tawangmangu merupakan salah satu kecamatan di Kabupaten Karanganyar yang terkenal dengan daerah wisata yang sangat sejuk. Tawangmangu dapat ditempuh menggunakan kendaraan darat kurang lebih satu jam perjalanan dari kota Solo. Di Tawangmangu, Anda bisa menikmati sejuknya air terjun Grojogan Sewu yang memiliki ketinggian 81 meter. Asyiknya lagi, selama dalam perjalanan menuju obyek wisata Anda akan disuguhi hamparan kebun sayur mayur yang menyejukkan mata.

Wisata Pendidikan

Museum Sangiran

Satu wisata yang hampir tak pernah saya dan keluarga lewatkan yakni mengunjungi museum, termasuk museum Sangiran. Saat Anda mengunjungi Solo, sempatkan barang sejenak untuk mengunjungi museum ini bersama keluarga. Museum yang terletak berdekatan dengan area situs fosil purbakala Sangiran ini merupakan salah satu Situs Warisan Dunia UNESCO. Tempat ini selain menjadi obyek wisata yang menarik, juga merupakan tempat penelitian kehidupan manusia pra sejarah terpenting dan terlengkap di Asia, bahkan dunia. Mengunjungi museum arkeologi di Sangiran tak hanya menambah wawasan Anda dan keluarga tentang situs purbakala, juga akan melengkapi perjalanan wisata Anda di kota Solo.

Tulisan ini diikutsertakan dalam Kompetisi Kesan tentang Solo dengan tema Wisata

Kontes Tulisan Tentang Solo

Advertisements

11 thoughts on “Temukan Aneka Wisata di Kota Solo

  1. surabi Notosumannya juara banget. Dulu waktu Asean Blogger, saya dan temen-temen sempet ngabur dari acara gara-gara pengen nyicipin surabi ini. hehehe …

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s