[BeraniCerita #32] Pengkhianatan

“Kapan terakhir kali mengajak Nina si bungsu main ke taman? Kapan terakhir kali Mama memasak buat orang rumah? Kapan terakhir kali Mama pergi jalan-jalan bersama kami?”

Bu Layla diam saja mendengar Ryan mencerca semua yang sudah tidak pernah dilakukan lagi olehnya. Untuk mengalihkan perhatian, Bu Layla pura-pura berbicara dengan Sofi di depan televisi sambil tidur-tiduran.

***

Lama kelamaan Sofi merasa jengkel dengan mamanya. Sedari tadi chanel televisi yang dibawa mamanya diubah-ubah tak jelas. Kesal dengan kelakuan mamanya, Sofi pun ngeloyor pergi meninggalkan mamanya sendirian di ruang keluarga.

Bendungan yang sejak tadi ditahan Layla bobol setelah kepergian Sofi. Anak-anaknya tak ada yang tahu apa yang ia rasakan. Yang mereka tahu, mamanya tak seperti dulu lagi. Mamanya kini disibukkan dengan pekerjaan yang sepertinya tak ada habisnya. Tak memiliki waktu untuk bermain dengan si bungsu, Nina. Dan tak ada waktu untuk berkumpul bersama keluarga. Kerja, kerja dan kerja. Hanya itu yang ada dalam pikirannya.

Hidup sering memberikan pilihan yang terkadang terasa tak adil. 18 tahun sudah Layla mengabdikan diri untuk keluarga setelah ia menikah atas permintaan suaminya. Meninggalkan karier gemilangnya untuk mengurus anak-anak.

***

Diary itu tergeletak begitu saja. Pemiliknya rupanya lupa menyimpannya kembali setelah menumpahkan segala rasa yang mengganjal di hatinya.

Diary siapakah ini? batin Ryan. Pelan-pelan ia baca lembar demi lembar tulisan yang ada didalamnya.

Mama..desisnya perlahan.

Baru ia tahu mengapa perubahan sikap mama begitu drastis. Tante yang sering datang ke rumah itu ternyata calon pengganti mama kelak. Tante Titi, sahabat mama yang sering memberikan perhatian padanya dan adik-adik, ternyata papa siapkan untuk menggantikan mama.

Tante Titi dan Papa ternyata sudah menjalin kasih dibelakang mama sejak mereka pacaran. Jalinan asmara itu mama ketahui setahun terakhir ini.

Prang..

Ryan tak bisa menyembunyikan kemarahannya pada papanya. Pecahan botol itu sudah menghunjam di perut papanya, tepat saat Layla berlari mencegahnya.

Words : 240

Advertisements

8 thoughts on “[BeraniCerita #32] Pengkhianatan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s