Bangga Berdiri Diatas Kaki Sendiri

New-Andromax-U2-250x250-JPEG

Sejak SMA aku sudah hidup mandiri. Membiayai sekolah dan kehidupanku sendiri. Bapak memberiku modal untuk memulai usaha serta lapak untuk berjualan. Saat melaluinya aku merasa sangat berat. Bayangkan, dari jam 07.00 pagi hingga jam 14.00 aku disibukkan dengan aktivitas belajar di sekolah. Selepas itu, aku masih harus bekerja hingga jam 21.00 bahkan terkadang lebih, terutama jika laporan arus kas tidak sinkron. Sering aku menangis, ingin rasanya seperti remaja lain pada umumnya. Bisa duduk berlama-lama di mall, nonton film dan lain sebagainya.

Bapak selalu mengingatkanku untuk tegar dan belajar berusaha diatas kaki sendiri. Sejak itu, aku selalu berusaha untuk mandiri. Apapun yang aku miliki dan berapapun nilainya, asal itu hasil usahaku sendiri, maka aku bangga dengan hal itu. Bahkan beberapa saat sebelum bapak meninggal, bapak pernah berpesan,”Jangan pernah mengharapkan warisan. Apa yang kamu usahakan itulah milikmu. Kalaupun kamu mendapatkan warisan, itu hanya bonus!”

Berdiri diatas kaki sendiri menjadikanku selalu bangga dengan hasil yang aku dapatkan. Alhamdulillah, berkat sikap tersebut aku menjadi orang yang dijauhkan dari sifat iri. Tak peduli seberapa indah yang orang lain miliki, dan seburuk apapun yang aku miliki, aku selalu bangga dengan hasil jerih payahku sendiri.

Bangga berdiri di atas kaki sendiri juga menjadikan aku berpantangan untuk dikasihani orang lain. Bagiku tangan diatas jauh lebih baik daripada tangan dibawah. Seberapapun indah pemberian orang lain, aku masih lebih bangga dan puas dengan hasil sendiri, walaupun tak selalu seindah pemberian orang lain.

Bangga berdiri diatas kaki sendiri menjauhkanku dari sikap seorang pecundang yang menghalalkan segala cara.

***

Melelahkan sekali kalau kita terus berpikir pengakuan dari orang lain. Punya kepuasan itu dari sini (menunjuk hati), bukan dari sana (menunjuk ke tempat pameran). Apa, sih, arti kebanggan buat lo?

Kata-kata diatas diambil dari cuplikan film dibawah ini. Penasaran seperti apa? Silahkan klik dan tonton video dibawah ini.

Advertisements

4 thoughts on “Bangga Berdiri Diatas Kaki Sendiri

  1. Salut sekali atas kerja keras dan kemandirian Anda dalam mengupayakan masa depan. Zaman sekarang hanya segelintir orang yang mau berusaha sendiri, lebih banyak yg mengandalkan orangtua mereka. Ayah Anda harus bangga memiliki anak yang kuat. Dan setuju sekali kita jangan sampai iri. Berdiri di atas kaki sendiri adalah kebanggaan besar, tidak merepotkan apalagi korupsi.
    Semoga menang ya dalam kontes ini.
    Salam kenal dari Kota Hujan 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s