Prahara Yang Merekatkan

4a11a62a42e6cc4947aa4ac9068f4541_grayscale

Saya dan suami dipertemukan dalam sebuah aktivitas. Tresno jalaran soko kulino, begitu kata orang Jawa. Karena sering bertemu dan berinteraksi, akhirnya tumbuh bibit-bibit cinta diantara kami.

Kami tidak melalui proses berpacaran sebelumnya. Semua terjadi begitu singkat. Mengenal beberapa saat dalam sebuah aktivitas, lalu suami saya pun melamar saya.

Setelah sebelumnya melakukan shalat istikharah, akhirnya saya “iyakan” permintaannya untuk mengarungi hidup ini dalam biduk pernikahan.

Cinta adalah paket air mata, keringat, dan dedikasi untuk merangkai jutaan hal kecil agar dunia ini menjadi tempat yang indah dan masuk akal bagi seseorang~Malaikat Juga Tahu

Biduk pernikahan tak selalu berjalan mulus. Seperti lautan lepas, terkadang ombak ganas menerjang disertai angin topan menyebabkan kapal limbung hingga kadang menyebabkannya karam. Dan prahara itu terjadi di tahun keenam pernikahan saya.

Kita tak pernah tahu ujian apa yang akan menimpa perjalnan rumah tangga kita. Terkadang ekonomi, anak, campur tangan orang tua dalam rumah tangga, pihak ketiga dan masih banyak lagi. Ujian dalam rumah tangga saya dimulai saat usaha kami diambang kebangkrutan. Perceraian menjadi wacana kami sehari-hari. Sedikit ada masalah, ujung-ujungnya pasti perceraian yang diomongkan.

Keegoisan saya dan seringnya memperbesar masalah remeh temeh membuat biduk pernikahan limbung. Untungnya, satu hal menyadarkan kami. Komitmen awal saat akan menikah dulu. Ya, komitmen untuk saling mencintai karena Allah menjadi peredam prahara.

Pengalaman masa lalu juga mengajarkan banyak hal pada kami. Kebetulan kami sama-sama berasal dari keluarga broken home. Tak mau anak-anak menjadi korban, kami mencoba untuk menurunkan ego masing-masing dan belajar untuk mendengar. Mendengar tak cukup dengan telinga, mendengar juga dengan mata hati agar kami mampu memahami perasaan satu sama lain dan menerimanya dengan lapang dada.

Alhamdulillah, tahun ini pernikahan kami memasuki usia ke-8. Banyak harapan dan impian yang ingin kami raih bersama, Prahara masa lalu menjadi perekat kami untuk semakin mengokohkan pernikahan kami.

Seseorang semestinya memutuskan bersama orang lain karena menemukan keutuhannya tercermin, bukan ketakutannya akan sepi~Peluk

Terakhir, saya ucapkan selamat atas ulang tahun pernikahan yang ke-10. Mudah-mudahan langgeng sampai maut memisahkan.

Kisah pernikahan ini diikutsertakan pada Giveaway 10th Wedding Anniversary by Heart of Mine

logo 10th wedding anniv 2

 

Advertisements

One thought on “Prahara Yang Merekatkan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s