Daun Yang Jatuh Tak Pernah Membenci Angin

Judul : Daun Yang Jatuh Tak Pernah Membenci Angin

Penulis : Tere Liye

Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama

Halaman : 264

Pertama Terbit : Juni, 2010

Harga : Rp 43.000

ISBN : 978-979-22-5780-9

daun-yang-jatuh-tak-pernah-membenci-anginDari sekian buku koleksi saya yang ditulis Tere Liye, Daun Yang Jatuh Tak Pernah Membenci Angin inilah buku favorit saya. Membacanya berulang tetap meninggalkan perasaan yang sama seperti saat pertama membacanya. Rasa tak nyaman, tepatnya rasa sakit atas cinta yang tak menemukan pasangannya yang utuh.

Cinta, kata indah namun menyimpan banyak makna dan rasa, terkadang jatuh pada tempat yang tak memungkinkannya untuk tumbuh. Bukan. Bukan karena medianya yang tandus hingga tak memungkinnya tumbuh, tapi sengaja diberangus. Tumbuh satu langsung dipangkas. Bersemai satu langsung diinjak. Itulah yang terjadi pada Danar, walaupun ia tahu Tania memiliki perasaan yang sama.

Orang yang memendam perasaannya sering kali terjebak oleh hatinya sendiri. Sibuk merangkai semua kejadian di sekitarnya untuk membenarkan hatinya berharap. Sibuk dengan menghubungkan banyak hal agar hatinya senang menimbun mimpi. Sehingga suatu ketika dia tak tidak tahu lagi mana simpul yang nyata dan mana simpul yang dusta..(halaman 247)

***

Tania, gadis kecil berkepang dua itu kini tumbuh menjadi gadis yang memiliki segala hal yang diinginkan laki-laki. Tubuhnya proporsional dengan rambut hitam legam nan panjang. Tak hanya itu, ia memiliki kemilau lain, kecerdasan berpikir, kedewasaan, dan memiliki mata misterius yang disukai semua laiki-laki. Tak seperti pertama kali saat Danar menemukannya sepuluh tahun lalu. Tepatnya sepuluh tahun lebih dua minggu. Tania bersama adiknya, Dede terlihat lusuh khas pengamen jalanan. Mengamen dari satu kendaraan ke kendaraan lain.

Danar bagai malaikat buat ia dan keluarganya. Ia menjadi sosok pengganti ayah setelah ayahnya meninggal 3 tahun lalu karena TBC. Malangnya, kekaguman pada sang malaikat berubah menjadi cinta yang membakar semangatnya untuk menjadi bintang. Sejak sang malaikat berkata,”Belajar yang rajin, Tania.‘ Dan Tania pun bersumpah untuk melakukannya. Berusaha dan berusaha agar bisa sejajar dengan sang malaikat. Agar layak bersanding dengan malaikatnya. Tapi sayang, pernikahan Danar dengan Ratna menghancurkan semua yang telah ia bangun, hingga ia tak datang pada pernikahan mereka.

Ratna, sejak menjadi istri Danar ia merasa ada raksasa yang menjadi sekat antara ia dan Danar. Ada sesuatu yang disembunyikan Danar darinya yang tak ia ketahui apa itu.

Di bawah pohon Linden yang terletak di bekas rumah kardus mereka semua rahasia terkuak. Siapa sesungguhnya raksasa itu dan semua teka-teki selama ini.

***

Saya suka banget dengan alur maju mundur dan kemisteriusan cerita ini. Bagaimana perasaan Danar sesungguhnya, pembaca dibuat menebak-nebak. Clue yang disampaikan hanya, Danar berbisik pada Tania untuk menjawab semua pertanyaan Tania apakah ia mencintai Tania.

Advertisements

4 thoughts on “Daun Yang Jatuh Tak Pernah Membenci Angin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s