Bapak, Mengapa Kau Menemuiku?

credit

credit

Malam ini aku tercenung sendirian dalam kamar yang luasnya tak lebih dari 3×3 meter. Suamiku yang berada disampingku tampak tertidur pulas. Aku bisa merasakan pulas tidurnya dari dengkurnya yang teratur. Yah..sejak pagi ini banyak pekerjaan yang harus ia selesaikan. Wajar jika ia kecapekkan dan tertidur pulas.

Bangun dimalam hari dengan keringat bercucuran itu pertanda tidak baik. Ya, malam ini aku bermimpi bertemu dengan bapak. Entah karena rindu atau sebab apa, itu yang belum aku tahu, yang jelas aku baru saja bermimpi buruk.

Akhir-akhir ini konflikku dengan adik-adik semakin memuncak. Bukan masalah besar, apalagi masalah perebutan warisan. Hanya tak adanya empati adik-adikku saja hingga akhirnya aku putuskan untuk mengakhiri kontrakku untuk mengelola usaha peninggalan bapak.

Malang nian nasibku, ternyata kepergianku tak direstui bapak. Dari alam barzah bapak tiba-tiba datang menemuiku. Datang dengan wajah sedikit memerah tanda ia sedang menahan marah.

Tak perlu banyak berkata, aku pun paham kedatangan bapak. Aku, anak pertama, seharusnya memiliki kesabaran lebih dalam membimbing adik-adikku. Walaupun mereka semua sudah menikah, aku harus sadar sepenuhnya, aku memang harus mengulur ususku lebih panjang agar memiliki kesabaran lebih.

Teruntuk bapak yang ada dialam sana. Bulan depan aku kembali. Aku takkan membiarka apapun yang bapak tanam tercerabut karena keegoisanku.

Salam rindu dari anakmu

A13F1565CD481AA8AB2D3E0EA0589ED5

.

.

***

Behind the story

Cerita diatas sebetulnya bukan cerita fiksi. Betul-betul aku alami tadi malam. Mimpi bertemu bapak setelah sekian lama tak bertemu. Bapak meninggal 3 tahun lalu. Hampir-hampir ia tak pernah menemuiku. Aneh, semalam bapak hadir dalam mimpiku. Mungkin bapak merasa gerah dialam sana. Tak ingin konflik berlarut, akhirnya menemuiku.

Sengaja aku tulis seperti sebuah cerita fiksi agar lebih dramatis dan m,udah-mudahan bisa jadi salah satu pemenang GA Semut Pelari ^^

***

Hubunganku dengan bapak tergolong dekat. Bahkan lebih dekat daripada dengan ibu. Pernah suatu hari aku berdua dengan bapak naik mobil seharian. Berangkat dari Jogja ke arah barat menuju daerah Prembun. Dari Prembun kami berputar-putar mencari jalan menuju Wonosobo. Karena kelelahan, kami akhirnya berhenti di sebuah waduk. Dari informasi yang aku dapatkan, waduk tersebut bernama Wadaslintang. Kami duduk-duduk beberapa saat lamanya di tepi waduk. Tak banyak yang kami bicarakan. Duduk dengan pikiran masing-masing. Jika teringat kenangan itu, rasanya aku pengen menangis.

Semua masalahku yang tahu cuma bapak. Begitu dekatnya aku dengan bapak, bahkan saat aku mau melahirkan pun bapak selalui menungguiku diluar ruangan.

Sungguh, kepergian bapak menjadi pukulan berat buatku. Apalagi aku menyandang anak pertama. Love you bapak. Selalu dan selalu aku mendoakanmu berada ditempat terbaik disisi-Nya.

Artikel ini disertakan dalam Semut Pelari Give Away Time, Kenangan paling berkesan dengan papa

give away

Advertisements

4 thoughts on “Bapak, Mengapa Kau Menemuiku?

  1. Mimpi hanya bunga tidur, tidak jarang mimpi terjadi karena kita terlalu memikirkan suatu hal. hingga tanpa sadar terbawa ke dalam mimpi. Mudah2an “Bapak” bisa tenang di alam sana dan mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan. Aminn

    Terima Kasih partisipasinya dalam 2nd GA Semut Pelari, salam hangat dari Bali 🙂

  2. aku anak pertama, dan tgl 15 dzulhijah ini tepat 3 thn kepergian ayahku.
    terasa sekali ya beban anak pertama itu, tapi, syukuri saja. semua yg terbaik insyAllah yang akan terjadi 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s