Seandainya Ini Ramadhan Terakhirku

Katakanlah: “Aku tidak berkuasa mendatangkan kemudharatan dan tidak (pula) kemanfaatan kepada diriku, melainkan apa yang dikehendaki Allah”. Tiap-tiap umat mempunyai ajal. Apabila telah datang ajal mereka, maka mereka tidak dapat mengundurkannya barang sesaatpun dan tidak (pula) mendahulukan(nya). QS. 10:49

Ramadhan selalu mengingatkanku akan sosok bapak. Bapak yang tlah pergi pada tanggal 07 Ramadhan 1432 H, tepat setelah beliau selesai menunaikan shalat Isya’. Pergi dengan tenang tanpa beban seperti orang tidur. Kematian yang dulu begitu samar, kini seakan nyata sejak kematian bapak.

Terhempas dan terhenyak. Oh, begitu cepatnya usia berlalu. Kapankah ajalku tiba?

Andai ini Ramadhan terakhirku….

Aku ingin menjadi shahib Al-Qur’an sebagaimana Imam Syafi’i yang selalu mengkhatamkan Al Qur’an sebanyak 60 kali setiap Ramadhan tiba. Menutup majlis-majlis ilmunya dan berkonsentrasi untuk menkhatamkan Al Qur’an sebanyak mungkin.

“Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca kitab Allah dan mendirikan shalat dan menafkahkan sebahagian dari rezki yang Kami anugerahkan kepada mereka dengan diam-diam dan terang-terangan, mereka itu mengharapkan perniagaan yang tidak akan merugi, agar Allah menyempurnakan kepada mereka pahala mereka dan menambah kepada mereka dari karunia-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Mensyukuri.” (QS Faathir 35:29-30)

Andai ini Ramadhan terakhirku…..

Aku ingin menghabiskan malam-malamku untuk bermunajat pada Allah. Menguliti dosa yang menggunung dan memohon diperkenankan bertemu dengan malam lailatul qodar.

“Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al Quran) pada malam kemuliaan. Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan Malaikat Jibril dengan izin Rabb-nya untuk mengatur segala urusan. Malam itu (penuh) keselamatan hingga terbit fajar.” (QS. Al Qadr: 1-5)

Andai ini Ramadhan terakhirku……

Aku ingin memperbanyak sedekah. Sedekah yang akan mengantarkanku pada surgaNya yang seluas langit dan bumi, yang keindahannya tak ada bandingannya dengan keindahan apapun di dunia ini.

“Sesungguhnya di surga terdapat ruangan-ruangan yang bagian luarnya dapat dilihat dari dalam dan bagian dalamnya dapat dilihat dari luar. Allah menganugerahkannya kepada orang yang berkata baik, bersedekah makanan, berpuasa, dan shalat dikala kebanyakan manusia tidur.” (HR. At Tirmidzi no.1984, Ibnu Hibban di Al Majruhin 1/317, dihasankan Ibnu Hajar Al Asqalani di Hidayatur Ruwah, 2/47, dihasankan Al Albani di Shahih At Targhib, 946)

Dan andai ini Ramadhan terakhirku……

Aku berharap akan mengakhirinya dengan akhir yang indah, khusnul khatimah dan disambut Allah dengan kata-kata mesra-Nya.

“Wahai jiwa yang tenang! Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang ridlo dan di ridloi_Nya, maka masuklah ke dalam golongan hamba-hamba_Ku dan masuklah ke dalam surga-Ku”(QS.Al Fajr 28-30)

Tulisan ini diikutsertakan dalam lomba “Ceria Ramadhan Bersama Gamazoe dan Dhenok Habibie

Advertisements

5 thoughts on “Seandainya Ini Ramadhan Terakhirku

  1. Subhanallah, menyesakkan baca postingan ini…
    semoga virus kebaikan senantiasa menjangkiti aktifitas 11 bulan mendatang 😀

    Oya Mohon maaf apa bisa bantu isi kuesioner penelitian saya tentang belanja online, kuesioner diisi secara online disini http://goo.gl/TtxTqf

    Terima Kasih Banyak

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s