Temukan Gairah Menulis Bersama Acer Aspire P3

SAMSUNG CSC

Memiliki usaha kecil menengah yang mulai berkembang di bidang distribusi makanan ringan di kota Jogja dan Purworejo membuat mobilitasku semakin tinggi. Walaupun tidak setiap hari harus bolak balik Jogja Purworejo, setidaknya 3 kali dalam seminggu aku harus bolak balik di kedua kota tersebut. Kebayangkan gimana repotnya.

Selain mengelola usaha, aku juga memiliki hobi menulis. Sejak SMU dulu aku sudah hobi menulis. Jika dulu hobi menulis aku tuangkan dalam buku diary, kini hobi menulis aku salurkan lewat blog. Mengingat tak banyak waktu yang aku punyai, maka perjalanan Jogja Purworejo aku isi dengan membaca buku dan mencatat ide yang akan aku tulis di blog dalam buku catatan. Malam harinya baru aku tuangkan ide-ide yang telah aku catat ke dalam tulisan.Β 

SAMSUNG CSC

Jika awalnya kegiatan menulis hanyalah hobi dan sharing ide di blog, kini aku mulai berpikir untuk menekuninya sebagai profesi. Beberapa kali memenangkan lomba penulisan blog menjadikan kepercayaan diriku meningkat. Aku ingin sekali menjadi seorang penulis seperti Dewi Dee Lestari ataupun Asma Nadia. Walaupun aku sadar sepenuhnya, jalan untuk menjadi seorang penulis seperti mereka masihlah teramat jauh. Berbekal semangat tinggi dan pantang menyerah, aku yakin suatu saat aku pun bisa menjadi penulis hebat seperti mereka.

SAMSUNG CSC

Untuk menjadi penulis handal tentu tak hanya dibutuhkan skill menulis saja, juga harus didukung dengan sarana prasarana yang memadai. Saat ini aku menggunakan laptop Acer Aspire sebagai saranaku menuangkan ide. Jujur, kalau boleh memilih rasanya pengen banget punya tablet yang lebih portable hingga lebih mudah digunakan dimana pun serta kapan pun saat aku ingin menulis. Tak hanya itu, membawa tablet tentu jauh lebih ringan daripada membawa laptop.

Beberapa waktu lalu, saat aku browsing di internet dan mencari tablet keluaran Acer yang pas dengan kebutuhanku, tak sengaja aku menemukan tablet Acer yang unik dan super keren. Namanya Acer Aspire P3 Hybrid Ultrabook. Penasaran dengan unik dan kerennya Acer Aspire P3 Hybrid Ultrabook? Klik video dibawah ini.

Acer Aspire P3 menghadirkan kemampuan Ultrabook sesungguhnya yang memungkinkan penggunanya melakukan kegiatan komputasi sehari-hari seperti membuat presentasi dan berbagi konten multimedia. Tak hanya itu, Acer Aspire P3 bahkan dapat menjalankan berbagai aplikasi sekaligus seperti video conference sambil membuat dokumen ataupun mengedit foto hingga mampu meningkatkan produktifitasku.

Gambar diambil di http://www.acerid.com

Gambar diambil di http://www.acerid.com

Acer Aspire P3 Hybrid Ultrabook yang dipakai Vermon dalam video diatas memiliki desain fleksibel yang dapat menyesuaikan dengan tren dan kegiatan pengguna PC yang mengarah pada tren touch-centric alias menggunakan teknologi sentuh.

Teknologi Acer Aspire P3 Hybrid Ultrabook memadukan productivity powerhouse dan entertainment on the go yang menjadikannya perangkat mobile yang mampu memberi pengalaman dualitas dalam touch-type.

Moda touch dengan layar capacitive yang tinggi memudahkanku mengoperasikannya. Saat aku membutuhkan fleksibilitas sebuah tablet, layar Aspire P3 dapat dilepas hingga bisa digunakan dalam aktivitas apapun seperti yang dicontohkan Vermon dalam video diatas. Jadi, selama perjalanan Jogja Purworejo aku pun tetap bisa menulis blog.

Selain itu, disaat aku merasa jenuh dan membutuhkan hiburan multimedia dari video streaming ataupun ingin memutar lagu favorit, aku tinggal menggunakan aplikasi virtual DJ yang ada pada Aspire P3.

Acer-aspire-P3_9

Gambar diambil di http://www.acerid.com

Acer Aspire P3 Hybrid Ultrabook memiliki ketebalan 20mm dan berbobot 1,39kg hingga tak memberatkanku saat membawanya. Dilengkapi 2 buah kamera, pada bagian depan kamera dapat digunakan untuk kebutuhan video conference, kamera pada Aspire P3 ini dapat merekam sampai dengan 720p. Sementara di bagian belakang diperkuat dengan kamera 5megapiksel sangat membantu saat aku butuh foto-foto dengan kualitas jernih.

Acer Aspire P3 ini menggunakan daya baterai sebesar 4800mAh. Bisa dikatakan cukup besar untuk sebuah perangkat berbentuk setipis ini. Dengan daya baterai itu, perangkat ramping ini dapat bertahan hidup selama 4 jam 17 menit untuk menonton film HD 720P dan dapat bertahan hidup selama 4 jam 8 menit untuk browsing melalui jalur data WIFI.

Acer Aspire P3 menggunakan Prosesor Intel Core Y series, prosesor terbaru dari Intel yang diperuntukkan untuk perangkat dengan mobilitas tinggi. Perbedaan dari prosesor Intel seri ULV (Ultra Low Voltage) dengan prosesor Intel Y series adalah TDP yang digunakannya lebih rendah sehingga Prosesor ini hanya memerlukan TDP 13Watt. Walaupun mempunyai TDP yang rendah, kinerja yang ditawarkan prosesor Intel core Y series ini cukup dapat diandalkan untuk menjalankan aplikasi Β dengan baik.

Aku memilih Acer Aspire P3 Hybrid Ultrabook selain karena teknologi dan fleksibilasnya yang pas banget buat aku, juga karena dapat meningkatkan produktivitasku dalam menulis ditengah tingginya mobilitas harian yang harus aku jalani.

Acer Aspire P3 Hybrid Ultrabook, the true definition of future mobil computing.

Tulisan ini diikut sertakan dalam “Follow Your Hidden Passion and Win Aspire P3” Blog Contest

acer_blog_contest_front-541x600

Sumber:

http://www.acerid.com

http://www.tempo.co

http://tekno.kompas.com

http://www.tabloidpulsa.co.id

Advertisements

10 thoughts on “Temukan Gairah Menulis Bersama Acer Aspire P3

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s