Tak Ada Kata Tak Mungkin!

Beberapa waktu yang lalu aku sempat kaget saat di kabari Rina, sahabat karibku sakit dan masuk rumah sakit. Sedih banget rasanya, apalagi saat mendengar keretakkan rumah tangga Rina yang menjadi penyebabnya. Rina terlalu dalam memikirkan permasalahannya hingga akhirnya penyakit maag akutnya kambuh dan mengharuskannya beristirahat total di rumah sakit.

Lamanya masa berpacaran ternyata tak bisa menjamin rumah tangga seseorang minim konflik dan juga tak ada jaminan rumah tangga seseorang lebih langgeng. Sebelum akhirnya memutuskan untuk menikah, Dino dan Rina telah menjalani 8 tahun masa berpacaran.

Proses mengenal saat berpacaran ternyata kadang menjadi bumerang. Ya, hidup ini senantiasa bergulir. Tak selamanya indah dan penuh tawa. Kesedihan, stress, keterpurukan sering merubah karakter seseorang.

Keretakan rumah tangga Rina dan Dino berawal dari di PHK-nya Dino dari pekerjaannya. Mereka tidak siap dengan kondisi yang ada. Rina yang biasa menggantungkan 100% kebutuhan rumah tangganya pada Dino menjadi terpukul sekali dengan keadaan ini.

Tidak menerima kenyataan yang ada sering menjadikan masalah menjadi semakin rumit. Persoalan kecil menjadi besar atau mungkin tanpa sadar dibesar-besarkan hingga akhirnya meledak, memporak porandakan tatanan yang ada. Konflik-konflik kecil yang tidak segera dicarikan penyelesaiannya seperti menyimpan bom waktu yang setiap saat bisa meledak.

Sebuah musibah kadang menjadi titik balik seseorang untuk berfikir jernih. Alhamdulillah, pasca penyakit maag akut Rina kambuh, hal itu menjadi penyadaran bagi ia dan suami untuk mencoba duduk bersama dan mencari jalan keluar dari permasalahan yang mereka hadapi.

Tak ada yang tak mungkin untuk diselesaikan ketika masing-masing mencoba untuk mengurai dan memahami satu sama lain dan bukan menuntut pasangan seperti yang kita maui.

Walaupun pada akhirnya Dino mendapatkan pekerjaan dengan gaji jauh dibawah gaji sebelumnya, Rina menerimanya dengan lapang dada. Tak menuntut seperti sebelumnya. Untuk menutupi kebutuhan rumah tangganya, terkadang Rina menerima pesanan kue-kue ataupun masakkan untuk acara hajatan, syukuran, pengajian ataupun acara-acara kantor.

Kemampuan Rina dalam masak memasak menjadi berkah tersendiri buat dia dan keluarganya. Jika dulu Rina malu-malu menawarkan masakkannya, kini ia dengan pede memberikan tester masakkan ataupun kue.

Dari permasalahan Rina dan Dino, aku bisa belajar banyak. Tak ada yang tak mungkin untuk diselesaikan dalam rumah tangga. Semua tergantung pada bagaimana kita akan membawa masalah tersebut, akan kita selesaikan ataupun akan kita biarkan tatanan yang ada runtuh, hancur berkeping keping.

Kuncinya pada kemauam kita untuk mendengar dan menerima. Mendengar tak cukup hanya dengan telinga akan tetapi mendengar juga dengan mata hati kita agar kita mampu memahami perasaan orang lain dan menerimanya dengan lapang dada.

Tulisan ini diikutsertakan untuk GA dalam rangka launching blog My Give Away Niken Kusumowardhani

Menyemai Cinta

Catatan:

Nama Rina dan Dino merupakan nama samaran. Mudah-mudahan tetap bisa diambil pelajarannya.

Advertisements

19 thoughts on “Tak Ada Kata Tak Mungkin!

  1. terkadang Allah memberikan ujian kepada seseorang yang pada awalnya terasa berat dan menyedihkan. namun sebenarnya terkandung hikmah yg bermanfaat bagi dirinya…..mantap ceritanya mbak 🙂

  2. “Mendengar tak cukup hanya dengan telinga akan tetapi mendengar juga dengan mata hati kita”. Saya setuju banget dengan yg ini mba, justru pendengaran dengan mata hati ini lah yg justru sukses mendukung penyemaian cinta ya mba?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s