Menulis dengan Turning Point dan Reverse Writing

C'EST MA VIE

Materi Kelas Menulis Poetica tanggal 3 Mei 2013 lalu membahas tentang dua hal, yakni Turning Point dan Reverse Writing.

Turning Point sebenarnya bisa diartikan berbagai hal. Ia bisa diartikan sebagai titik balik atau pengalihan. Namun pada intinya, turning point berfungsi untuk mengubah cerita dari satu titik ke titik yang lain. Cerita yang tadinya berjalan seperti ‘A’, bisa berubah jadi ‘B’ karena ada turning point ini. Dalam cerita, turning point bisa diletakkan di mana saja, awal, tengah, atau akhir cerita. Dan untuk sebuah novel atau film, turning point-nya bisa banyak sekali.

Dalam Laskar Pelangi misalnya, kedatangan siswa dengan keterbelakangan mental bernama Harun yang menggenapi jumlah murid SD Muhammadiyah menjadi sepuluh orang, adalah salah satu turning point dalam cerita itu. Jika tak ada kehadiran tokoh Harun, maka SD Muhammadiyah akan menutup sekolah itu. Cita-cita Ikal dan kawan-kawan yang ingin bersekolah akan kandas. Namun, tokoh Harun membuat cerita berubah sepenuhnya. SD Muhammadiyah tidak…

View original post 404 more words

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s