Perpaduan Kekuatan Jasmani & Rohani

Tulisan ini diikutkan pada 8 Minggu Ngeblog bersama Anging Mammiri, minggu ketiga dengan tema ‘Perempuan Inspiratifku’.

Ketika ditanya siapa perempuan yang menginspirasi hidupmu, rata-rata para wanita menjawab dengan bangga ‘Ibuku’. Tapi sayang, tidak demikian denganku. Aku anak Bapak, lebih dekat dengan Bapak daripada Ibu. Bahkan kini saat Bapak tlah tiadapun tak bisa mendekatkanku pada sosok Ibu.

Tak lepas dari penghormatan dan takzimku padamu Ibu, mohon maaf Ibu, aku memilih wanita lain yang lebih menginspirasiku, dan ia bernama ‘Yoyoh Yusroh’. Sosok yang bahkan belum pernah aku temui ini betul-betul telah menyihirku menjadi kekaguman yang tiada habis walaupun kini dia tlah tiada. Sosok yang hanya aku dengar kiprahnya dari mulut ke mulut ini begitu mempesona hingga kekaguman ini berubah menjadi sebuah pengharapan, bisakah diriku menjadi sosok seperti beliau.

Am

Lalu, apa yang membuatku begitu mengagumi sosok yang bahkan bertemu pun belum pernah?

Yoyoh Yusro, seorang Ibu dengan 13 anak ini cerdas dalam menyeimbangkan peran domestik, peran publik serta peran sosial dalam kehidupannya. Memiliki komitmen tinggi pada ketiganya hingga tak berat sebelah pada ketiganya. Semuanya prioritas!

Kesibukkannya menjadi anggota dewan sejak tahun 2009 tak menjadikannya lupa dalam perannya menjadi seorang ibu. Ia berhasil mendidik ke-13 anaknya menjadi anak yang tak hanya cerdas akalnya tetapi cerdas pula hatinya. Terbukti hampir semua putra putrinya selain bersekolah di sekolah favorit juga para penghafal Qur’an.

Selain disibukkan oleh kegiatannya sebagai anggota dewan dan menjadi ibu bagi ke-13 putra putrinya, ia pun masih menyisihkan waktunya untuk mengurus Pesantren Ummi Habibah yang terletak di Tangerang. Pesantren yang ia dirikan ini merupakan pesantren tahfidzul Qur’an untuk para muslimah.

Apa rahasia Yoyoh hingga mampu mengemban berbagai amanah yang diberikan padanya? Inilah rahasia keseimbangan peran yang ia jalankan.

Tilawah 3-5 Juz setiap hari

Seorang kawannya di DPR dulu, Roy Suryo memberi kesaksian tentang kebiasaan Yoyoh membaca Al- Qur’an. Dalam kondisi sibuk Yoyoh biasa khatam 3 juz, sementara saat longgar hampir dipastikan Yoyoh bisa mengkhatamkan tilawahnya 5 juz perharinya.

Tak bisa dipungkiri, menjadi ibu bagi 13 orang anak dan menjadi anggota dewan merupakan beban berat yang disampirkan dipundaknya. Ia menyadari betul kekuatan serta kemampuan fisiknya. Kekuatan ruhiyah inilah yang akan mendongkrak kekuatan fisiknya. Apalah yang tak mungkin bagi Allah SWT.

Senantiasa menjaga perut

Yoyoh selalu memperhatikan asupan makanan yang ia dan keluarganya konsumsi. Jauh sebelum gembar-gembor bahaya Monosodium Glutamat (MSG) seperti saat ini, ia senantiasa melarang keluarganya mengkonsumsi makanan yang mengandung MSG. Selain itu, makanan yang berbahan organik lebih diprioritaskan daripada makanan non organik. Yoyoh lebih memilih ayam kampung yang harganya jauh lebih mahal daripada mengkonsumsi ayam pedaging. Dalam memilih makanan pun ia juga menekankan nilai gizinya daripada hanya sekedar mengenyangkan.

Habatusauda

Saat berkesempatan berkunjung ke Timur Tengah dan bertemu dengan salah satu pejuang wanita disana, Zainab al-Ghazali, ia bertanya tentang kebugaran dan keenergikan Zainab diusianya yang telah menginjak 80an tahun. Dan Zainab pun berbagi tips padanya. Zainab bercerita jika sejak masih belia ia rajin mengkonsumsi Habatusauda atau jintan hitam.

Rutin berolahraga

Kepadatan aktivitas yang ia lalui tak menghalanginya untuk berolah raga. Olah raga yang menjadi pilihannya ialah jalan kaki. Simpel dan bisa dilakukan kapan pun. Selain itu, ia memilih menaiki tangga saat berada di gedung DPR ketimbang menggunakan lift.

Selamat jalan Ummi Yoyoh, saatnya engkau menikmati  hasil jerih payah perjuanganmu selama di dunia. Terimakasih engkau telah menjadi teladan bagi kami, generasi penerusmu.

Postingan ini disertakan dalam #8MingguNgeblog Anging Mammiri

 

Advertisements

4 thoughts on “Perpaduan Kekuatan Jasmani & Rohani

  1. wow! anggota dewannn? :’) keren!

    knp Mak Ika tidak dekat dengan Ibu? ya, ada beberapa alasan, sama dengan mengapa saya tidak dekat dengan ayah saya, mungkin
    semangaaat Mak! Mak Ika harus jadi the best mommy!

    • Biarpun tidak dekat dengan ibu saya tetep menghormati dan menghargai beliau mungkin sama denganmu yang tidak dekat dengan ayah tapi saya yakin tetap menghormati ayah.
      Sedang berusaha menjadi ibu yang bisa dekat dengan anak2 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s