Mengenal Kuliner Jogja Lewat Web Tamasyaku

Makanan dan food photography adalah dua hal yang saya sukai. Sudah sekitar dua tahunan ini saya hobi motret makanan. Tapi.. kalau ngomongin tempat makan yang enak di Jogja, saya angkat tangan. Nggak punya banyak referensi soalnya jarang hunting makanan.

Gimana mau hunting makanan kalau tiap kali makan diluar anak-anak selalu bilang,”Hmm.. pasti nanti Ummi lama nih foto-fotonya. Keburu laper, Mi!” Nggak jarang mereka bilang,”Nggak usah pakai acara foto-foto lho, Mi!”

Buah simalakama banget. Saya suka gatel kalau makan ditempat baru nggak pakai acara motret. Repotnya, saya juga nggak mau asal jepret. Mesti diatur dulu posisinya, trus motretnya dari berbagai angle pula! Semisal beli ice cream, sampai lumer deh itu ice cream baru dimakan. Makanya wajar kalau anak-anak suka protes. Hehehe..

Nah, balik lagi ngomongin referensi kuliner Jogja, saya biasanya ngulik web Tamasyaku milik Mak Primastuti Satrianto yang biasa dipanggil Manda. Mau makanan a la kaki lima sampai bintang lima, ada lho di blognya.

Kadang tempat makan yang diulas pun tergolong unik. Salah satunya yaitu, kulineran mie dalam cangkir yang ada di daerah Ruko Moni Kav 3, Condong Catur. Mie disajikan komplit dengan isiannya tapi minus kuah. Sementara kuahnya nanti dikucurin sendiri oleh si pelanggan sesuai selera. Unik, kan?

Slide3

Ke Jogja bingung mau kulineran apa? Kulik aja http://www.tamasyaku.com/ buat cari info tempat kuliner asyik yang ada di jogja.

Mengenal Sosok Asri Rahayu Si Pecinta Buku

Asri Rahayu.. nama yang sejatinya belum lama saya kenal. Baru beberapa bulan ini, setelah Asri aktif mengikuti kegiatan emak-emak blogger yang tinggal di Jogja. Kebetulan sejak bulan November 2015 lalu, emak-emak blogger Jogja aktif berkegiatan setiap bulannya.

Balik lagi ngomongin Asri si pemilik blog My Scrap Book ini orangnya ceria dan ceriwis. Paling aktif di room chat WhatsApp group KEB Jogja. Hehehe… Diantara emak-emak blogger Jogja, Asri termasuk anak bawang. Usianya paling muda.

asri-e1458509823251

Saya suka lihat tampilan blognya Asri. Simple dengan desain header yang eye catching. Suka dengan perpaduan pilihan warnanya. Jadi betah berlama-lama di blognya. Blognya Asri ini kebanyakan berisi ulasan buku-buku yang sudah dibacanya. Maklum, Asri juga aktif di komunitas pecinta buku bernama BBI yang aktif mengulas buku-buku.

Nggak cuman ngomongin buku, di My Scrap Book ada juga rubrik Ngobrol Bareng yang berisi wawancara Asri dengan blogger dan Guest Post yang berisi postingan “titipan”. Kapan-kapan pengen di wawancarai Asri buat rubrik Ngobrol Bareng biar tambah femes. Hehehe…

Nah, itu tadi sekelumit cerita tentang Asri. Buat yang penasaran dengan sosoknya, langsung cuz ke blognya ya.

Ini 5 Barang Yang Ingin Saya Beli di Lazada

Sejak fotografi menjadi hobbi yang mulai saya tekuni, saya punya cita-cita memiliki studio mini dan aneka lensa kamera untuk mendukung passion saya tersebut. Tahun lalu saya sudah mulai membeli lensa makro setelah sebelumnya saya beralih menggunakan kamera SLR.

Lensa makro saya beli di Lazada. Beli di Lazada karena dari hasil window shopping ke beberapa situs online yang menjual peralatan fotografi, harga yang dibanderol Lazada paling miring. Namanya juga emak-emak, pasti cari barang yang kualitasnya sama tapi harga yang paling miring.😀

Lensamakro

Lensa 50mm yang dibeli di Lazada

Harga paling miring tadi belum dipotong diskon dan kupon yang diberikan Lazada. Dari pengalaman saya membeli lensa makro, ada selisih sekitar 300ribuan setelah dipotongan kupon dan diskon. Lumayan banget, kan? Sisanya bisa ditabung buat belanja keperluan lain.

Awalnya saya ragu saat memutuskan membeli lensa makro di Lazada. Cerita dari seorang teman, konon katanya ada pembeli yang komplain terkait barang pesanannya di Lazada. Saya sih mikirnya sederhana. Dibalik web Lazada kan manusia yang bisa saja salah. Lagipula, dari sekian banyak pembeli di Lazada, pastilah ada yang nggak puas dengan pelayanan Lazada. Buat saya, yang penting masalah terselesaikan, itu cukup.

Waktu beli lensa kemarin saya juga sempet komplain karena barang tidak juga sampai. Setelah ditelusur, ternyata kesalahan saya karena terlambat mengkonfirmasi pembayaran hingga transaksi dianggap batal. Mungkin ini juga yang dialami beberapa pelanggan Lazada. Tak butuh waktu lama untuk menyelesaikan semuanya, Alhamdulillah lensa yang saya pesan mendarat selamat ke alamat saya. Lensa yang saya beli nggak pecah dan tergores. Padahal ongkos kirim yang dikenakan Lazada tergolong murah.

Risoles Mayo

Salah Satu foto Yang Saya ambil menggunakan lensa makro yang dibeli di Lazada

Nah, karena tahun ini saya ingin mewujudkan impian memiliki mini studio lengkap dengan lensa yang saya butuhkan, berikut 5 barang yang ingin saya beli di Lazada;

1. Reflektor

Semua makanan yang saya potret menggunakan cahaya yang berasal dari matahari atau biasa disebut natural light. Saya memerlukan reflektor untuk mengurangi bayangan. Sementara ini saya menggunakan reflektor abal-abal yang terbuat dari sterofoam. Reflektor abal-abal suka jatuh kalau kena angin. Kalau harus motret diluar rumah, reflektor abal-abal nggak bisa dibawa. Makanya saya pengen beli reflektor kit portabel Diffuser LF458 yang memiliki 5 warna dengan fungsi yang berbeda-beda. Diantaranya, perak, emas, hitam, putih dan translucent yang berfungsi sebagai diffuser untuk melembutkan cahaya. Reflektor LF458 bisa dilipat hingga memudahkan saat harus melakukan sesi pemotretan outdoor. Lebih senengnya lagi ada diskon 50%. Bookmark!

reflektor2. Soft Box

Bulan Januari lalu saya disibukkan aktivitas toko. Walaupun toko saya jadi satu dengan rumah, kalau orderan lagi membludak, tetep saja menyita banyak waktu. Bulan lalu produktivitas memotret saya menurun drastis. Hanya beberapa foto yang bisa saya ambil. Soalnya saya masih mengandalkan cahaya matahari saat memotret. Padahal toko tutup jam 17.00. Nggak mungkin dapet cahaya matahari, kan?

Kepikiran pengen beli soft box untuk memudahkan saya memotret di malam hari. Lihat-lihat di situs Lazada, ada soft box yang bisa memenuhi kebutuhan saya yakni Soft Box 50 x 70cm / 20 x 27in with E27 Flash Bulb Swivel Holder Socket US Plug. Dari info yang saya peroleh, soft box ini tahan suhu tinggi (high temperature resistance) hingga dapat digunakan dalam waktu yang lama. Yang ini juga diskon 50%. Jadi tambah semangat belanja. Ops kekepin dompet😀

3. Tripod

Satu kebiasaan yang saya benci dari diri saya adalah serampangan. Sering banget meletakkan sesuatu asal taruh. Suka bingung cari barangnya karena lupa naruhnya. Kejadian nih sama tripod saya. Lupa kalau tripod ditaruh di kardus bareng barang-barang lain, pas pindahan rumah kardus yang berisi tripod jatuh. Celakanya tripod jadi rusak di salah satu bagian hingga tidak bisa berdiri kokoh. Pilihan saya jatuh pada tripod Attanta Kaiser 203. Selain ringan, tripod tersebut mampu menopang beban hingga 3kg.

4. Lensa Canon Lensa EF 100mm f/2.8L Macro IS USM

Buat food photographer, lensa makro itu penting banget. Soalnya foto makanan itu memperlihatkan detil bagian makanan. Buat saya, lensa makro 50mm yang saya miliki sudah nggak support kegiatan memotret saya lagi. Butuh lensa makro paten yakni lensa makro 100mm.

5. Kamera Sony Alpha ILCE-5000L E PZ 16-50mm 20.1Mp Putih

Ini sebenernya nggak ada kaitannya sama impian memiliki studio mini. Tapi masuk kategori impian terpendam. Hehe.. Saya suka males bawa-bawa kamera SLR kalau hunting keluar. Pengennya punya kamera mirrorless yang mumpuni kayak Sony Alpha ILCE-5000L E PZ 16-50mm 20.1Mp.

sony-alpha-ilce-5000l-e-pz-16-50mm-20-1mp-putih-3423-3067151-1-zoomNah, itu tadi 5 barang yang ingin saya beli di Lazada. Kalau kamu, barang apa saja yang ingin dibeli di Lazada?

kmpetisi_blogger_2016_3_01

Ini adalah sebuah acara Kompetisi Blogger ShopCoupons X Lazada Indonesia. Yang diselenggarakan oleh ShopCoupons.Voucher Lazada disponsori oleh Lazada Indonesia.

Sw33t Corn3r Coklatnya Nyoklat Banget

Assalamu’alaikum…. lama nggak update dateng-dateng mau ngomongin coklat. Si legit yang satu ini kayaknya nggak pernah ada mati ya. Semua orang kayaknya suka, kecuali yang lagi sakit gigi. Hehehe Makin kesini variannya juga makin banyak.

Nah, salah satu produsen coklat yang lagi ngehits di Jogja yaitu Sw33t Corner. Namanya unik, ya. Sama kayak coklat yang mereka buat. Kata owner-nya, coklat yang mereka buat hingga 100 varian! Weleh-weleh… pastinya puyeng milihnya😀

Pinjem fotonya mak Ardiba

Pinjem fotonya mak Ardiba

Nama Sw33t Corn3r mungkin masih terdengar asing buat kamu yang tinggal di luar Jogja karena baru 11 bulan ini mereka buka outlet. Sebelumnya mereka lebih memilih menjajakan produknya via online di  http://www.sw33tcorn3r.com

Coklat yang dijual Sw33t Corn3r mulai harga Rp. 20.000 untuk kemasan 100 gram. Lumayan ekonomis, kan? Nah, tunggu apalagi, buruan beli produknya.

***

Sw33t Corn3r

di Jalan Polowijan 38 Kraton Yogyakarta-55132

Buka: Senin-Sabtu pukul 09.00-21.00 WIB

Denah lokasi

Denah lokasi

#BeraniLebih Memilih Menjadi Ibu Profesional

Tahun 2014 lalu, genap 18 tahun sudah saya berkarier di perusahaan miliki sendiri. Tepatnya, saya adalah owner dari perusahaan kecil menengah yang bergerak di bidang distribusi makanan ringan yang berkantor di rumah.

Orang sering beranggapan kalau wanita yang memiliki usaha di rumah itu pasti lebih bisa mengawasi anak-anak karena punya waktu lebih banyak ketimbang mereka yang bekerja di kantor. Dari pengalaman saya, pendapat ini tak sepenuhnya benar.

Tahun 2008 usaha saya berada diujung tanduk. Teman yang menjadi salah satu kepala cabang tidak amanah. Tak hanya mendirikan usaha sendiri, modal saya pun ikut ia angkut. Sayangnya, saya tak bisa menuntutnya lewat jalur hukum karena bisnis saya masih mengandalkan kepercayaan, khas bisnis yang dikelola dengan manajemen tradisional.

Kondisi ini memaksa saya menjual asset pribadi yang saya miliki untuk menutupi kerugian. Tak hanya itu, saya dan suami pun harus bekerja ektra keras untuk bangkit dan keluar dari krisis. Rasanya, bekerja 24 jam sehari selama 7 hari tidak cukup, karena saya dan suami harus kembali memulai semuanya dari nol. Lalu, bagaimana dengan anak-anak?

Continue reading

5 Langkah Mudah Sembuhkan TB

TB atau Tuberkulosis masih menjadi pembunuh nomor satu di antara beberapa penyakit menular di Indonesia. Setiap tahun terdapat 460.000 kasus baru, sementara kasus meninggal karena TB setiap tahunnya terdapat 67.000 kasus atau sekitar 186 orang per hari.

Padahal, sejak tahun 1994 Pemerintah melalui Departemen Kesehatan telah menerapkan strategi DOTS (directly observed treatment short-course) untuk menanggulangi TB. Pemerintah juga telah menyediakan paket OAT (Obat Anti TB) secara gratis bagi pasien TB dewasa dan anak-anak untuk mendukung program DOTS.

Bahkan, untuk memudahkan pasien TB menjalani proses penyembuhan, sejak tahun 2003 penggunaan OAT untuk dewasa dikemas dalam 2 bentuk yakni OAT Kombipaks dan OAT Fixed Dose Combination (FDC). Pasien TB tak perlu meminum obat dalam banyak jenis seperti sebelumnya. Penyederhanaan ini diharapkan mampu meningkatkan kepatuhan pasien TB dalam meminum OAT, sehingga kemungkinan kesembuhan pasien bisa meningkat.

Lalu, mengapa TB di Indonesia masih sangat tinggi?

Continue reading

Menikmati Keelokkan Wisata Heritage Banda Aceh

Banda Aceh mengingatkan saya pada bencana Tsunami 8 tahun silam. Bencana yang meluluh lantakkan bumi Serambi Mekkah ini tak lantas menggerus semangat masyarakatnya untuk bangkit menatap hari esok yang lebih baik. Dengan semangat Saboeh Pakat Tabangun Banda*, kini masyarakat Aceh mulai berbenah. Dan seiring situasi yang semakin kondusif, Banda Aceh semakin menggoda untuk dikunjungi.

Perjalanan menuju Banda Aceh dapat ditempuh menggunakan jalur darat dan jalur udara. Jika jalur udara yang dipilih, penerbangan dari Jakarta menuju Banda Aceh rata-rata memerlukan waktu sekitar 2 jam 45 menit dengan tarif pesawat sekitar Rp 865.000 hingga Rp 1.902.000.

Sesampainya di Bandar Udara Internasional Sultan Iskandar Muda, kita bisa menggunakan taksi menuju Banda Aceh. Tarif taksi yang dikenakan sebesar Rp 80.000 untuk perjalanan 16 km ke kota.

Selain menggunakan taksi, Labi-labi merupakan transportasi masal yang bisa dipilih untuk berkeliling kota Banda Aceh. Labi-labi atau angkot hanya beroperasi sampai pukul 6 petang, selanjutnya bisa menggunakan becak motor dengan tarif Perda Rp 3.000,- per km.

Ada berbagai tempat menginap yang bisa dipilih saat berkunjung ke Banda Aceh. Gaya ala koper ataupun ransel, semua ada!

Hotel Palembang menjadi salah satu hotel yang direkomendasikan saat bepergian menggunakan gaya ransel. Hotel yang berada di Jl Chairil Anwar, Banda Aceh ini mematok harga menginap per malam tak lebih dari Rp200 Ribu dengan fasilitas AC serta TV. Wow, ekonomis banget, kan?

Continue reading